Ahmad Dhani usai sidang/Foto: Deni Prastyo UtomoSurabaya -Pada awalnya Ahmad Dhani protes dengan kepindahannya dari Lembaga Pemasyarakatan Cipinang Jakarta ke Rutan Klas I Surabaya di Medaeng, Sidoarjo. Namun seiring berjalannya waktu, Dhani mengaku menerima hikmahnya.
Ahmad Dhani mengaku menerima nasihat dari pemindahan tersebut. Di Medaeng, Dhani mengaku lebih gampang mengatur seni administrasi untuk berkampanye.
"Setiap hari saya mendapatkan kunjungan dari relawan. Semua kampanye sanggup diteruskan relawan. Alhamdulilah ada hikmahnya. Kalau saya di Cipinang nggak sanggup ngapa-ngapain," Kata Dhani usai menjalani sidang perkara pencemaran nama baik di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (2/4/2019).
Kampanye yang dimaksud Dhani yakni mempromosikan dirinya supaya terpilih dalam Pileg 2019 yang akan berlangsung 17 April mendatang. Meski tengah mendekam di balik jeruji besi, Dhani tercatat sebagai Caleg Partai Gerindra untuk dapil I Jatim yakni Surabaya dan Sidoarjo.
"Semua yang kunjungi saya relawan. Justru kini saya dibantu oleh relawan sanggup bertemu," imbuh Dhani.
Meski tidak sanggup turun eksklusif berkampanye menyapa warga, Dhani optimis sanggup mendulang bunyi yang signifikan. Sehingga mengantarkan namanya menjadi seorang anggota legislatif periode 2019-2024.
"Kalau dari survei kita ya optimis sih. Karena relawan kita jalan," pungkas Dhani.
Dhani pindah ke Rutan Medaeng semenjak 7 Februari lalu. Pentolan grup band Dewa 19 itu dipindahkan alasannya yaitu harus menjalani sidang perkara pencemaran nama baik. Atau perkara 'idiot' terkait video viral yang ia buat pada Agustus 2018 lalu.
Tonton video: Dipenjara, Ahmad Dhani Serahkan Urusan Kampanye pada Relawan
Sumber detik.com
No comments:
Post a Comment