Tuesday, 2 April 2019

Bpn Ragukan Cap Jempol Di Amplop Serangan Fajar Bowo Cuma Untuk Pileg

BPN Ragukan Cap Jempol di Amplop Serangan Fajar Bowo Cuma untuk PilegFoto: Jansen Sitindaon (Farih Maulana-detikcom)

Jakarta -KPK menyampaikan cap jempol di amplop 'serangan fajar' yang disita dari masalah Bowo Sidik Pangarso hanya untuk kepentingan pileg. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meragukannya.

"Publik pun tau bahwa simbol jempol itu bila dikaitkan dengan pilpres kita kali ini arahnya ya ke capres 01. Banyak pendukung 01 kalau foto kini ini kan selalu pakai simbol jempol ya. Sama dengan pendukung kami 02, kini ini kalau foto di mana-mana kan selalu pakai simbol 2 jari atau simbol 2 jari contreng nalar sehat," kata juru bicara BPN, Jansen Sitindaon, kepada wartawan, Selasa (2/4/2019).


Jansen menyampaikan simbol-simbol dalam pilpres kali ini tertanam di benak publik. Bahkan, simbol itu dapat jadi masalah andai ada aparatur sipil negara (ASN) yang memeragakannya untuk kepentingan foto.

"Sebagai teladan kemarin ada 6 guru di Tangerang pose salam 2 jari hampir diberhentikan. Atau beberapa waktu kemudian ada hakim-hakim PN Jakpus foto 2 jari, juga jadi polemik bahkan Komisi Yudisial hingga turun tangan. Inilah bukti betapa kuatnya simbol simbol ini kini mengarah ke kandidat capres tertentu. Termasuk simbol jempol ini," sebut Jansen.

Atas dasar alasan tersebut, Jansen mempertanyakan keterangan KPK soal cap jempol di amplop hanyalah untuk kepentingan pileg Bowo Sidik Pangarso. Untuk diketahui, Bowo Sidik merupakan politikus Partai Golkar yang maju via Dapil II Jawa Tengah

"Dengan adanya simbol jempol ini, jadi kurang sinkron malah pernyataan KPK jikalau diduga ini hanya menyangkut pileg semata. Apalagi menyerupai kita ketahui Bowo Sidik ini kan caleg nomor urut 2 ya, jadi tidak nyambung dengan simbol jempol yang ditemukan KPK. Harusnya jikalau di amplop itu ada simbol, ya simbol 2 jarilah alasannya yaitu di pencalegan ia nomor urut 2," ucap Jansen.

"Jadi kecenderungannya sangat berpengaruh sebetulnya mengarah ke serangan fajar pilpres juga ini. Karena pemilunya bareng ya sekalian Pileg-Pilpres mungkin itu pikirannya. Apalagi partai Bowo Sidik ini Golkar kan memang mendukung pasangan 01," kata dia.


Meski demikian Jansen enggan menduga-duga lebih jauh. Dia berharap KPK dapat bekerja menelusuri lebih jauh wacana cap jempol di amplop masalah Bowo Sidik tersebut.

"Apakah di balik simbol jempol ada perintah dari pihak tertentu atau atas inisiatif langsung dari Bowo Sidik sendiri itu yang perlu diusut lebih lanjut. Marilah kita tunggu penyidikan lebih lanjut dari masalah ini. Biarlah KPK mengusutnya tuntas dan terperinci benderang. Penting di Pemilu kita ini baik Pileg maupun Pilpres mari bersama sama kita jauhkan politik uang," ucap politikus Partai Demokrat itu.

Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin menegaskan cap jempol di amplop yang disita dari masalah Bowo Sidik tak ada kaitannya dengan mereka. Jubir TKN, Ace Hasan Syadzily, menyampaikan menegaskan dirinya tidak mengerti bentuk cap jempol di amplop yang disita dari masalah Bowo Sidik Pangarso. Lagi pula, simbol Jokowi-Ma'ruf dikatakan Ace ialah 01.

"Ya aku pastikan bahwa itu sama sekali tidak terkait dengan TKN atau pasangan 01. Cap jempol itu maksudnya, kita juga tidak mengerti apa dimaksud dengan cap jempol itu," kata Ace.



Selain itu, sejauh ini KPK memastikan amplop itu terkait pencalonan Bowo sebagai anggota legislatif. Amplop itu merupakan suap dan gratifikasi yang diduga KPK telah dikumpulkan Bowo. KPK memastikan amplop-amplop itu untuk keperluan 'serangan fajar'.

"Memang ada stempel atau cap-cap tertentu pada amplop tersebut. Tapi sejauh ini fakta aturan yang ada itu masih terkait keperluan pemilu legislatif," ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (2/4).

"Kalau dugaan keterkaitan dan dugaan penggunaannya amplop-amplop tersebut diduga akan dipakai untuk serangan fajar, untuk kepentingan pemilu legislatif, khususnya pencalegan BSP (Bowo Sidik Pangarso) di Dapil II Jawa Tengah," kata Febri.

Sumber detik.com

Bawaslu Minta Penerima Pemilu Jaga Suasana Kampanye Ketika Isra Mikraj

Bawaslu Minta Peserta Pemilu Jaga Suasana Kampanye Saat Isra MikrajBawaslu (Zunita Putri/detikcom)

Jakarta -Kampanye rapat umum 3 April 2019 bertepatan dengan peringatan Isra Mikraj. Bawaslu meminta penerima pemilu menjaga suasana dalam berkampanye.

"Sebenarnya kita kembalikan ke penerima pemilu, menjaga suasananya, contohnya biar tidak bertemu di satu titik yang mungkin (terjadi) gesekan, melaksanakan hal-hal yang sifatnya provokasi," ujar anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (2/4/2019).


Afif menyampaikan kampanye pada hari Isra Mikraj telah disepakati tidak diberlakukannya sistem zonasi. Namun tidak terdapat larangan untuk berkampanye.

"Disepakati bahwa 21 hari imbang zonasinya bagi yang 10-10, satunya lantaran Isra Mikraj satunya dibebaskan, bukan dihentikan kampanye tapi opsional," kata Afif.

Menurut Afif, diberlakukannya sistem zonasi maupun tidak, diharapkan adanya kedewasaan dari masing-masing paslon dalam berkampanye. Hal ini biar tidak terjadi ukiran yang disebabkan adanya provokasi.

"Sebenarnya, dizonasi atau tidak, jikalau kedewasaan masing-masing calon untuk memberikan atau ketika bertemu dengan tim yang lain tidak ada provokasi, kan tidak ada masalah," tuturnya.


Sebelumnya, KPU juga mengimbau penerima pemilu tidak melaksanakan kampanye rapat umum di peringatan Isra Mikraj. Ini dilakukan untuk memperlihatkan toleransi bagi yang merayakan.

"Kita mengimbau penerima pemilu bertoleransi lantaran itu hari peringatan Isra Mikraj hari besar umat Islam, maka kita mengimbau kampanye rapat umum ditiadakan," ujar komisioner KPU Wahyu Setiawan di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (2/4/2019).

Wahyu menyampaikan penerima pemilu sanggup melaksanakan kampanye dengan metode lain. Namun Wahyu menyebut hal ini merupakan imbauan, bukan sebagai larangan untuk menggelar kampanye terbuka.

Sumber detik.com

Titiek Bicara Soal Jadi Ibu Negara Prabowo, Tkn: Jikalau Kalah?

Titiek Bicara soal Makara Ibu Negara Prabowo, TKN: Kalau Kalah?Foto: Ari Saputra

Jakarta -Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto menyinggung posisinya sebagai ibu negara bila capres Prabowo Subianto menang di Pilpres 2019. Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menyinggung kemungkinan Prabowo kalah.

"Menarik sekali Mbak Titiek Soeharto bicara soal jadi ibu negara Prabowo bila menang Pilpres 2019. Publik kemudian bertanya, bila kalah? Nggak jadi baikan/rujuk dong," kata influencer TKN Jokowi-Ma'ruf, Tiurmaida Tampubolon, kepada wartawan, Selasa (2/4/2019).


Tiur menyampaikan hakikat dari istri/pendamping hidup suami ialah harus mendampingi dengan setia dalam suka dan duka. Dia berharap Titiek sanggup mendampingi Prabowo apa pun hasil Pilpres 2019.

"Artinya ialah mulia bila Mbak Titiek bersedia mendampingi menjalani kompleksnya kehidupan ketika nanti Pak Prabowo menang maupun kalah. Jangan pas menang jadi presiden gres mau menjadi pendamping/ibu negara alasannya ialah intinya Mbak Titiek dan Pak Prabowo ialah pasangan harmonis sebelum berpisah," sebut dia.

"Jadi lebih baik mereka bersatu bukan alasannya ialah akan menerima kekuasaan/menang pilpres tapi alasannya ialah dilandasi cinta kasih yang besar lengan berkuasa dalam suka dan murung menyerupai Ibu Iriana dan Pak Jokowi yang terus memelihara cinta kasih dalam suka duka," sebut Tiur.


Sebelumnya, ketika kampanye terbuka Prabowo-Sandi, Titiek memang tidak secara gamblang berbicara soal posisi sebagai ibu negara bila Prabowo menang. Yang jelas, Titiek kala itu mencicipi aura kemenangan Prabowo.

"Kita ke TPS jihad pakai paku-paku untuk mencoblos, tidak perlu jihad pakai bom. Awasi juga TPS. Jika Prabowo menang, Ibu Titiek jadi ibu negara itu urusan belakangan," ujar Titiek.

Sumber detik.com

Akun Twitter Ferdinand Hutahaean Diretas, Ahy: Koalisi 02 Tetap Solid

Akun Twitter Ferdinand Hutahaean Diretas, AHY: Koalisi 02 Tetap SolidKomandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Cirebon. (Sudirman Wamad/detikcom)

Cirebon -Ketua Divisi Hukum dan Advokasi Partai Demokrat (PD) Ferdinand Hutahaean mengaku akun Twitter-nya, @Ferdinand_Haean, diretas hingga akibatnya mem-posting foto tak senonoh hingga menuding Partai Gerindra akan menghancurkan Indonesia. Komandan Kogasma PD Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengingatkan kadernya semoga tak terpancing oleh gosip tersebut.

AHY menyampaikan diretasnya akun Ferdinand tak mempunyai efek berarti untuk elektabilitas Partai Demokrat dan relasi antarpartai koalisi nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.


"Saya tidak melihat adanya efek yang besar. Saya sering ingatkan kader, mengajak elite-elite partai untuk dapat menahan diri. Jangan hingga terlibat polemik yang merugikan partai atau koalisi," kata AHY kepada awak media di daerah Gronggong, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon, Jabar, Selasa (2/4/2019) malam.

AHY mengaku PD tengah berfokus pada tujuannya, yakni berhasil meraih bunyi terbanyak pada pileg dan memenangkan Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019. Dia menganggap gosip dalam Twitter tersebut hanya gimik politik dan tak mengedukasi rakyat.

"Kami lebih tertarik menyikapi gosip yang substansial dibandingkan gimik politik, yang tentunya tidak mengedukasi rakyat. Karena ini bahaya, dapat memecah persatuan," tutur AHY.


Lebih lanjut AHY menegaskan gosip tudingan akun Ferdinand terhadap Partai Gerindra tak menciptakan retak koalisi pengusung Prabowo-Sandi. Menurutnya, masalah-masalah di antara partai koalisi yaitu hal wajar.

"Koalisi tetap solid. Riak-riak sedikit sih wajar. Kalau tidak ada, ya jadi hambar. Tapi kami selesaikan tanpa memakai emosi yang berlebihan. Tetap sejuk," katanya.


Ferdinand sendiri pada siang hari tadi tiba ke Bareskrim untuk melaporkan peretasan akunnya. Ferdinand juga memastikan video yang menampilkan foto-foto tak senonoh yaitu editan. Menurut Ferdinand, dugaan unsur politik yang kental dalam kasus peretasan akun ini bukan tanpa dasar. Sejumlah akun lain yang mendukung pasangan calon 02 pun turut dibajak.

"Akun Twitter dan e-mail saya diretas oleh pihak yang saya duga sama pelakunya dan beredar foto-foto tidak senonoh yang dibentuk dalam video pendek, saya nyatakan itu tak benar, editan," kata Ferdinand dikala dihubungi, Selasa (2/4).

Sumber detik.com

Bpn Prabowo Soal Ibu Negara: Jangan Rese!

BPN Prabowo soal Ibu Negara: Jangan Rese!Faldo Maldini (Foto: dok. pribadi)

Jakarta -Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menganggap banyak yang sibuk mengurusi rumah tangga Prabowo. BPN juga menyebut banyak yang ingin Prabowo tak 'jomblo' lagi, terutama dari pendukung capres petahana Joko Widodo (Jokowi).

"Kan banyak yang ingin Ibu Titiek jadi ibu negara. Banyaklah yang ingin Pak Prabowo nggak jomblo lagi, terutama dari pendukung Pak Petahana. Mereka kan sibuk sekali urusin masalah rumah tangga Pak Prabowo," kata juru bicara BPN Faldo Maldini kepada wartawan, Selasa (2/4/2019).

"Padahal jodoh dan rezeki itu urusan Allah. Banyak orang yang sudah pacaran usang tapi putus. Ada orang bangkit tidur pribadi ketemu jodohnya di depan rumah. Macam-macam," imbuhnya.



Menurut Faldo, kalau ingin gaya-gayaan, Prabowo dapat saja menikah dan mempunyai istri 'stuntman'. Namun, bagi Faldo, Prabowo yaitu sosok yang apa adanya.

"Masalah ibu negara ini kan kalau untuk gaya-gayaan, Pak Prabowo kan niscaya sudah nikah. Minimal dapat kelihatan punya istri, istri stuntman. Tapi kan Pak Prabowo apa adanya. Memang ia ketemu jodohnya ya mustahil dipaksa. Tidak perlu terlalu dijadikan 'gorengan' juga oleh lawan politik Pak Prabowo," ucap Faldo.

Menurut Faldo, tidak ada hukum yang mewajibkan adanya ibu negara. Politikus PAN itu meminta problem ibu negara ini tak dibesar-besarkan.

"Setahu saya, tidak ada hukum soal wajib ada ibu negara. Kita lihat negara-negara besar, banyak yang jalan tanpa ibu negara. Rusia tidak punya (Ibu Negara) sekarang, pemerintahannya baik-baik saja. Bahkan Amerika Serikat saja tiga kali punya presiden jomblo. Jadi, berdasarkan saya, tidak perlu dibesar-besarkan. Makara jangan rese," tegasnya.


Sebelumnya, ketika melaksanakan kampanye terbuka Prabowo-Sandi, Titiek memang tidak secara gamblang berbicara soal posisi sebagai ibu negara kalau Prabowo menang. Yang jelas, Titiek masa itu mencicipi aura kemenangan Prabowo.

"Kita ke TPS jihad pakai paku-paku untuk mencoblos, tidak perlu jihad pakai bom. Awasi juga TPS. Jika Prabowo menang, Ibu Titiek jadi ibu negara itu urusan belakangan," ujar Titiek.

Titiek juga mengajak warga bantu-membantu mengawasi TPS ketika pemungutan dan penghitungan bunyi demi memastikan kemenangan Prabowo-Sandi.

Sumber detik.com

Kpu Imbau Penerima Pemilu Tak Lakukan Kampanye Umum Ketika Isra Mikraj

KPU Imbau Peserta Pemilu Tak Lakukan Kampanye Umum Saat Isra MikrajKPU (Andhika Prasetia/detikcom)

Jakarta -Kampanye rapat umum 3 April 2019 bertepatan dengan hari peringatan Isra Mikraj. KPU mengimbau penerima pemilu tidak melaksanakan kampanye rapat umum pada hari itu.

"Kita mengimbau penerima pemilu bertoleransi alasannya ialah itu hari peringatan Isra Mikraj, hari besar umat Islam. Maka kita mengimbau biar kampanye rapat umum ditiadakan," ujar komisioner KPU Wahyu Setiawan di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (2/4/2019).


Wahyu menyampaikan penerima pemilu sanggup melaksanakan kampanye dengan metode lain. Namun Wahyu menyebut hal ini merupakan imbauan, bukan sebagai larangan untuk menggelar kampanye terbuka.

"Apabila penerima pemilu akan berkampanye dengan metode yang selain rapat umum, ya silakan. Tapi ini imbauan, bukan larangan," ujar Wahyu.

Menurut Wahyu, hal ini dikarenakan dalam Undang-Undang 7 Tahun 2017 perihal Pemilu, kampanye rapat umum dilakukan selama 21 hari. Sehingga pada tanggal 3 April, penerima pemilu tetap sanggup melaksanakan kampanye.


"Kampanye rapat umum itu 21 hari, bila tanggal 3 kampanye rapat umum diliburkan, berarti kan kampanye jadi 20 hari. Undang-undang mengatur kampanye rapat umum itu 21 hari, termasuk tanggal 3 April," kaya Wahyu.

"Tetapi tanggal 3 April itu bertepatan dengan hari Isra Mikraj, maka kampanye rapat umumnya sanggup ditiadakan. Kampanyenya ya yang ditiadakan, bukan peringatan Isra Mikrajnya," sambungnya.

Sumber detik.com

Ribuan Nu Mataraman Gelar Doa Bersama Berharap Pemilu Damai

Ribuan NU Mataraman Gelar Doa Bersama Berharap Pemilu DamaiNU Mataraman menggelar doa bersama (Foto: Sugeng Harianto)

Madiun -Sekitar 3 ribu pengurus Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah Mataraman barat menggelar doa bersama untuk membuat pemilu hening 17 April 2019 mendatang. Doa bersama ini digelar di Yayasan Pendidikan dan Ponpes Subulul Huda di Desa Kembangsawit Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun.

"Menjelang adanya pesta demokrasi, kita ingin ikut berperan supaya demokrasi dalam Pileg dan Pilpres kondusif hening tidak menjadikan perpecahan. Karena tujuan utama dari diadakannya pesta demokrasi yaitu itu," ujar Ketua Panitia Turba PWNU Jawa Timur KH Abdussalam Sohib kepada wartawan Selasa (2/4/2019).

Acara doa bersama, kata Gus Salam, dikemas dalam rangkaian turun ke bawah (turba) dan Konsolidasi Organisasi Nahdlatul Ulama sewilayah Mataram Barat dalam rangka harlah ke-96 NU. Dalam konsolidasi organisasi NU ini, lanjut Gus Salam, bahan utamanya yaitu memberikan beberapa agenda organisasi dari pengurus wilayah Nahdlatul ulama.


"Program dari organisasi kita yakni baik program-program kemasyarakatan maupun yang lain. Satu hal yang terpenting dalam konsolidasi ini yaitu persiapan kita menjelang adanya pesta demokrasi semoga damai," katanya.

Hadir dalam agenda ini Ketua Tanfidziah PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar yang menyerukan para warga NU untuk menjaga perdamaian ketika pemilu nanti. "Mari kita jaga NKRI dengan semangat membuat pemilu damai," ujar KH Marzuki ketika sambutannya di hadapan ribuan warga NU.

Sementara itu KH Mizan Basyary selaku penanggung jawab agenda Turba dan Konsolidasi Organisasi Nahdlatul Ulama sewilayah Mataram Barat mengaku tugas kebersamaan dan kekompakan dalam pemilu dana pihaknya mengerahkan seluruh ranting untuk terlibat.


"Harapan kebersamaan NU, melibatkan ranting. Kita ingin coba kebersamaan kekompakan. Hadir hari ini PCNU Tuban 200, Nganjuk 500, Ngawi, Magetan Ponorogo 600, Pacitan dan Madiun 1.200 alhamdulillah sangat kompak tiba dalam agenda ini," ujarnya.

Pantauan detikcom aktivitas turba dan Konsolidasi Organisasi Nahdlatul Ulama sewilayah Mataram Barat yang juga dalam rangka harlah ke 96 NU ribuan warga NU tampak bersemangat dalam gelaran doa. Meski hujan deras tidak mengurangi kenikmatan dalam berdoa yang mengharap pemilu 17 April 2019 berlangsung damai.

Sumber detik.com

Megawati: Prabowo Seneng Guyon, Jika Emosi Bup Bup

Megawati: Prabowo Seneng Guyon, Kalau Emosi Bup BupMegawati Soekarnoputri (Grandyos Zafna/detikcom)

Jakarta -Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengaku tertawa-tawa dikala menyaksikan debat capres keempat yang diikuti Jokowi dan Prabowo Subianto. Padahal kedua capres, disebut Megawati, memiliki tujuan sama, adalah untuk memperbaiki Indonesia.

"Bu, kenapa ketawa sendiri? Saya cuma mikir gini, itu kan sebuah citra tumpuan pikir alasannya Pak Jokowi tiba dari kalangan sipil, yang satu dari muda di militer. Padahal, jikalau dipikir, sama-sama bertujuan baik, sama-sama ingin memperbaiki Indonesia, dan sama-sama memperkuat militer," kata Megawati dikala sambutan program penyerahan kartu tanda anggota (KTA) di kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (2/4/2019).


Acara tersebut dihadiri sejumlah habaib, ulama, purnawirawan TNI-Polri, dan akademisi yang bergabung menjadi anggota partainya. Turut hadir pula Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto bersama jajaran pengurus sentra menyerupai Andreas Hugo Pareira, Rokhmin Dahuri, Djarot Saiful Hidayat, dan Wiryanti Sukamdani.

Megawati mengaku mengenal baik Prabowo. Dia menyebut Ketua Umum Gerindra tersebut memang dikenal 'meletup-letup' bila orang tidak mengenalnya. Tapi Prabowo juga disebut memiliki guyonan atau candaan yang sangat lucu.

"Jadi saya ketawanya itu kenapa, hingga Pak Prabowo itu kan memang saya kenal beliau, kan orangnya menyerupai yang dia bilang saya ini keturunan Banyumas dan Minahasa, jadi meletup. Tapi kan seneng guyon juga, Bu, guyon ya guyon, tapi jikalau lagi emosi 'bup' 'bup' gitu kan. Kalau belum kenal ya begitu, jadi saya pikir, 'wah wah'," kata Megawati.


Dalam debat capres, Prabowo Subianto menegaskan dirinya merupakan sosok Tentara Nasional Indonesia yang lebih dari banyak TNI. Dia juga mempertaruhkan nyawa dikala berdinas di militer.

"Ketika dia bilang saya ini TNI, padahal perorangan, kan artinya jadi lebih dari TNI. Padahal Tentara Nasional Indonesia ini kan institusi lo. Waduh Mas Bowo iki keliwatan nih piye to," ucap Megawati.

"Saya ingin tahu kesan dari jenderal-jenderal kayak opo (apa) itu dibilang lebih Tentara Nasional Indonesia itu yang koyo opo (kaya apa), Pak," lanjut Megawati yang juga menyebut dihormati Tentara Nasional Indonesia meski dari kalangan sipil.

Sumber detik.com

Kampanye Di Pontianak, Sandiaga Kesepakatan Hapus Pajak Umkm Di 2 Tahun Pertama

Kampanye di Pontianak, Sandiaga Janji Hapus Pajak UMKM di 2 Tahun PertamaSandiaga Uno di GOR Pangsuma (Foto: dok. Tim Sandiaga)

Bekasi -Cawapres Sandiaga Uno berkampanye di Pontianak, Kalimantan Barat, pagi tadi. Di hadapan para pendukung di Pontianak, Sandiaga berjanji akan menghapus pajak bagi UMKM baru.

"Kita tadi di Pontianak yang sanggup disambut begitu meriah. Adalah rencana kita menghapuskan pajak bagi UMKM rintisan di 2 tahun pertama," kata Sandiaga di Villa Grand Mas, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (2/4/2019).


Sandiaga berkampanye terbuka di GOR Pangsuma, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Pontianak. Cawapres nomor urut 02 mengklaim rencana tersebut menerima respons positif.

"Masyarakat muda, milenial, penggerak-penggerak UMKM, ibu-ibu, emak-emak di Pontianak sangat menyambut," ujar Sandiaga.


Di Pontianak, Sandiaga juga sempat menyambangi salah satu restoran, Rocket Chicken. Menurutnya, perjuangan menyerupai Rocket Chicken sanggup membantu pemerintah mengurangi pengangguran.

"Bersama pemerintahan Prabowo-Sandi, kami mendorong usaha-usaha menyerupai ini alasannya ialah ikut membantu pemerintah mengurangi pengangguran," ucap Sandiaga di lokasi, Jalan KH Abdurrahman Wahid, Pontianak.

Sumber detik.com

Maruf Amin Pernah Galau, Curhat Ke Megawati Soal Kostum Pilpres

Maruf Amin Pernah Galau, Curhat ke Megawati soal Kostum PilpresFoto: Lisye Sri Rahayu/detikcom

Jakarta -

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menceritakan pengalaman ketika Ma'ruf Amin resah mengetahui dirinya menjadi cawapres. Megawati ditanya Ma'ruf terkait kostum yang harus dipakai ketika Pilpres 2019. Seperti apa ceritanya?






Sumber detik.com

Majelis Pesantren Salafi Banten Prihatin Maruf Dihadang Ketika Akan Ziarah

Majelis Pesantren Salafi Banten Prihatin Maruf Dihadang Saat akan ZiarahMa'ruf Amin dihadang di Pamekasan, Madura (Lisye Sri/detikcom)

Serang -Pimpinan majelis Pesantren Salafiyah, Banten, Matin Syarkowi prihatin atas penghadangan cawapres Ma'ruf Amin di Madura. Sikap sebagian kelompok itu disayangkan, apalagi di sana dikenal sebagai kawasan yang menghormati ulama.

"Artinya, setahu saya, masyarakat Madura paling hormat sama kiai. Insiden itu, (saya) curiga kayaknya bukan masyarakat Madura," kata Matin Syarkowi kepada detikcom di Serang, Banten, Selasa (2/4/2019).


Masyarakat Madura, menurutnya, selama ini dikenal hormat kepada kiai. Ia yakin, yang menghadang cawapres asal Banten yang hendak berziarah itu dilakukan oleh kelompok penebar kebencian.

"Insiden ini kayaknya bukan masyarakat Madura. Lalu kami sebagai masyarakat Banten merasa dilecehkan," ujarnya.


Warga Banten, katanya, tidak pernah menghalang-halangi siapa pun yang berkampanye. Ada pemahaman berdemokrasi yang baik bagi warga sehingga, meskipun marah, tidak melaksanakan agresi penghalangan pada salah satu calon.

"Ma'ruf juga ada darah Maduranya. Karena itu, kami menyayangkan perilaku oknum yang menghadang dalam lawatan ziarah kepada kakeknya," paparnya.


Penghadangan Ma'ruf terjadi pada Senin (1/4) kemarin dikala hendak berziarah ke makan kakek buyutnya, KH Zuhro, di Desa Jambringan. Mobil yang ditumpanginya tertahan sebelum hingga ke lokasi haul. Di lokasi juga terdengar teriakan massa yang menyebut nama Prabowo.

Sumber detik.com

Prabowo: Hai Tikus-Tikus, Jikalau Prabowo-Sandi Berkuasa Kamu Masuk Lubang!

Prabowo: Hai Tikus-tikus, Kalau Prabowo-Sandi Berkuasa Kau Masuk Lubang! Prabowo Subianto (Jeka Kampai/detikcom)

Padang - Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yakin ia dan Sandiaga Uno akan mendapatkan mandat memimpin Indonesia pada 17 April mendatang. Untuk itu, ia sudah mempersiapkan tim pakar yang akan menurunkan harga bermacam-macam materi kebutuhan

"Kami insyaallah mendapatkan mandat 17 April, jadi kini kami bentuk tim pakar. Tim ini sudah bekerja, orang yang paling pandai di Indonesia. Ahli keuangan, industri, pertanian, pertambangan. Saya sampaikan minta tolong hitung harga-harga tidak terjangkau oleh rakyat. Bisa nggak? Mereka menghitung kemudian melaporkan ke saya," terperinci Prabowo di Danau Cimpago, daerah Pantai Padang, Sumatera Barat, Selasa (2/4/2019).


Menurut Prabowo, harga sanggup dibikin stabil dalam satu bulan, terutama harga daging. Begitu juga tarif listrik yang menurutnya sanggup diturunkan dalam waktu secepatnya.

"Saya tanya, sanggup turunkan harga listrik berapa lama? Bisa nggak dalam 3 tahun? Ternyata tak perlu 2 tahun. Juga tidak perlu 1 tahun. Berapa lama? Mereka jawab dalam 100 hari kita turunkan," katanya yang disambut massa dengan teriakan 'Prabowo presiden'.

Soal harga materi kebutuhan pokok serta aneka macam bentuk kebutuhan masyarakat lainnya, ibarat listrik, berdasarkan dia, sanggup diturunkan asal ada kemauan.

"Saya tanya, kenapa kini tinggi sekali. Biasa, Pak, biasa, Pak, terlalu banyak tikus. Hai tikus-tikus, jikalau Prabowo-Sandi berkuasa, kamu harus masuk ke lubang," tegas Prabowo.

Ketua Umum DPP Partai Gerindra itu juga menyinggung banyaknya kekayaan Indonesia yang hilang setiap tahunnya. "Kekayaan kita hilang dari Indonesia hilangnya Rp 1.000 triliun setiap tahun. Ini yang harus kita jaga dan kita pakai untuk rakyat. Seluruh honor akan diperbaiki. Lapangan kerja kita perbanyak. Saya kumpulkan pakar industri. Guru-guru honorer kita perbaiki. Kita akan berjuang keras dan tidak impor lagi. Petani dan nelayan kita harus makmur," katanya.

"Banyak sekali aktivitas kita, tapi saya tidak ingin sekadar janji, tapi ingin berjuang untuk Indonesia ini. 15 hari lagi saya minta kalian pulang ke kampung, pulang ke rumahnya, pulang ke RT, yakinkan kepada tetanggamu, jikalau saya menerima mandat, saya tidak akan memperkaya diri dan saudara saya," Prabowo melanjutkan.


Ia juga menekankan dihentikan ada yang lapar di republik ini. "Itu sudah saya (sampaikan) kepada kalian. Hari ini saya tidak sanggup membagikan amplop dan sembako, tapi saya memperlihatkan jiwa dan raga saya. Saya tidak mengizinkan rakyat Indonesia dihina bangsa lain, saya tidak ingin rakyat Indonesia diinjak bangsa lain," katanya lagi.

Rangkaian kampanye ditutup dengan menyanyikan lagu 'Rasa Sayange'. Prabowo, yang didampingi Wakil Ketua dewan perwakilan rakyat RI Fadli Zon, jubir BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, dan Wali Kota Padang Mahyeldi Ansyarullah, terlihat sangat bahagia.

Melihat antusiasme massa, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi optimistis perolehan bunyi pasangan nomor urut 02 itu akan jauh lebih besar dibanding pada Pemilu 2014.


"Kita optimistis. Kalau dulu sanggup 76,9 persen, kali ini kita punya keyakinan sanggup mampu di atas 80 persen. Ya, sanggup 85 persen insyaallah. Masyarakat Sumatera Barat yaitu masyarakat nalar sehat," kata Jubir BPN, Andre Rosiade, kepada detikcom.

Ia berharap para pendukung Prabowo tidak takut diintimidasi. Ia berharap masyarakat sanggup menjaga TPS dan mengawal surat bunyi dari pencoblosan hingga kotak bunyi diantar ke kecamatan.

Sumber detik.com

Dulu Protes, Kini Dhani Justru Menerima Hikmah Tinggal Di Medaeng

Dulu Protes, Sekarang Dhani Justru Mendapat Hikmah Tinggal di MedaengAhmad Dhani usai sidang/Foto: Deni Prastyo Utomo

Surabaya -Pada awalnya Ahmad Dhani protes dengan kepindahannya dari Lembaga Pemasyarakatan Cipinang Jakarta ke Rutan Klas I Surabaya di Medaeng, Sidoarjo. Namun seiring berjalannya waktu, Dhani mengaku menerima hikmahnya.

Ahmad Dhani mengaku menerima nasihat dari pemindahan tersebut. Di Medaeng, Dhani mengaku lebih gampang mengatur seni administrasi untuk berkampanye.

"Setiap hari saya mendapatkan kunjungan dari relawan. Semua kampanye sanggup diteruskan relawan. Alhamdulilah ada hikmahnya. Kalau saya di Cipinang nggak sanggup ngapa-ngapain," Kata Dhani usai menjalani sidang perkara pencemaran nama baik di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (2/4/2019).


Kampanye yang dimaksud Dhani yakni mempromosikan dirinya supaya terpilih dalam Pileg 2019 yang akan berlangsung 17 April mendatang. Meski tengah mendekam di balik jeruji besi, Dhani tercatat sebagai Caleg Partai Gerindra untuk dapil I Jatim yakni Surabaya dan Sidoarjo.

"Semua yang kunjungi saya relawan. Justru kini saya dibantu oleh relawan sanggup bertemu," imbuh Dhani.

Meski tidak sanggup turun eksklusif berkampanye menyapa warga, Dhani optimis sanggup mendulang bunyi yang signifikan. Sehingga mengantarkan namanya menjadi seorang anggota legislatif periode 2019-2024.


"Kalau dari survei kita ya optimis sih. Karena relawan kita jalan," pungkas Dhani.

Dhani pindah ke Rutan Medaeng semenjak 7 Februari lalu. Pentolan grup band Dewa 19 itu dipindahkan alasannya yaitu harus menjalani sidang perkara pencemaran nama baik. Atau perkara 'idiot' terkait video viral yang ia buat pada Agustus 2018 lalu.

Tonton video: Dipenjara, Ahmad Dhani Serahkan Urusan Kampanye pada Relawan

[Gambas:Video 20detik]



Sumber detik.com

Soal Ibu Negara, Sandiaga: Itu Ranah Eksklusif Mbak Titiek-Pak Prabowo

Soal Ibu Negara, Sandiaga: Itu Ranah Pribadi Mbak Titiek-Pak PrabowoSandiaga Uno (M Taufiqurrahman/detikcom)

Jakarta -Cawapres Sandiaga Uno enggan menanggapi secara detail pernyataan Titiek Soeharto yang menyinggung soal ibu negara apabila Prabowo Subianto terpilih menjadi presiden. Sandiaga menyebut urusan ibu negara masuk ranah langsung Prabowo dan Titiek.

"Saya meyakini bahwa itu tentunya ranah langsung Mbak Titiek dan Pak Prabowo. Dan itu selalu jadi kawasan baperan dari semua yang care kepada mereka berdua dan ya sudah banyak dibahas," kata Sandiaga ketika dimintai jawaban di Villa Grand Mas, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (2/4/2019.


Menurut Sandiaga, Titiek bekerjsama ingin memberikan pesan bahwa kubu Prabowo harus berfokus memenangkan Prabowo. Sandiaga berharap pihaknya tidak hilang konsentrasi.

"Tapi bekerjsama yang Mbak Titiek ingin sampaikan itu fokus dulu di tanggal 17 April. Urusan gimana-gimananya baru dipikirkan nantinya. Karena kita nggak mau lari fokus kita nih. Ada yang ngomongin kabinet kemarin," ujarnya.

"Fokus kita tanggal 17 April kita sampaikan kepada masyarakat supaya momentum perubahan ini, yang sudah semakin terasa dapat semakin menggelinding, semakin dapat diapresiasi oleh masyarakat," imbuh cawapres nomor urut 02 itu.


Sebelumnya, ketika melaksanakan kampanye terbuka Prabowo-Sandi, Titiek memang tidak secara gamblang berbicara perihal posisi sebagai ibu negara jikalau Prabowo menang. Yang jelas, Titiek kala itu mencicipi aura kemenangan Prabowo.

"Kita ke TPS jihad pakai paku-paku untuk mencoblos, tidak perlu jihad pakai bom. Awasi juga TPS. Jika Prabowo menang, Ibu Titiek jadi ibu negara itu urusan belakangan," ujar Titiek.

Sumber detik.com

Akhir Dongeng Drama Pemecatan Nurullita

Akhir Cerita Drama Pemecatan NurullitaNurullita dan kuasa hukunya, Rizki Alhamdi (Rolan/detikcom)

Jakarta -Kasus Nurullita yang mengaku dipecat oleh perusahaan alasannya yaitu beda pilihan pada Pilpres 2019 memasuki babak akhir. Nurullita dan Komisaris PT Pelopor Pratama Lancar Abadi Merry Puspitasari setuju berdamai.

Kasus ini bermula ketika Nurullita mengadu ke Kemenaker pada Kamis (21/3). Lita mengaku dipecat pada 25 Februari lalu, sehari sesudah beliau menghadiri program relawan bersama capres Joko Widodo (Jokowi) di Sentul, Bogor. Lita juga mengaku dikeluarkan dari grup WhatsApp alasannya yaitu menghadiri program relawan Jokowi itu.

Kedua belah pihak pun dimediasi oleh Kemenaker hari ini, Selasa (2/4/2019). Nurullita didampingi kuasa hukumnya, Rizki Alhamdi dari relawan Habib Relasi Jokowi (Harjo), sementara Merry hanya diwakili kuasa hukumnya, Iwan Amirudin.

"Dari pihak Bu Merry, yang diwakili kuasa hukumnya, sudah mengakui, minta maaf," kata Nurullita seusai mediasi di gedung Kementerian Ketenagakerjaan, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan.


Kuasa aturan Nurullita, Rizki Alhamdi, menyampaikan kedua pihak akan bertemu lagi di Kemenaker pada Senin (8/4) pekan depan untuk penyelesaian akhir. Dalam mediasi tadi, Rizki menyampaikan Merry meminta maaf kepada Nurullita.

"Iya minta maaf karena, pertama, Ibu Merry tidak sanggup hadir pada ketika mediasi tadi, sekaligus seruan maaf atas pem-bully-an terhadap Ibu Lita. Permintaan tersebut disampaikan melalui pengacara Bu Merry," kata Rizki.

Rizki menyampaikan pihaknya meminta tiga poin dalam mediasi tadi. Pertama, soal hak-hak Nurullita, ibarat uang penghargaan, uang jasa, dan sebagainya diminta dibayarkan sesuai UU Ketenagakerjaan yang berlaku. Kedua, pihaknya ingin ada penyelesaian secara tenang mufakat. Ketiga, rekening Nurullita untuk acara perusahaan diminta ditutup.

Permintaan maaf dari Merry sudah disampaikan melalui kuasa hukumnya. Sedangkan terkait pembayaran hak-hak Nurullita itu akan kembali dibahas pada pertemuan pekan depan.

"Akhirnya kita akad problem ini kita akhiri. Kita nggak mau ini terkait paslon 01 dan 02, bagaimana kita tegaskan bergotong-royong problem ini korelasi ketenagakerjaan batal demi aturan dan Ibu Lita sendiri sudah tidak ada impian untuk bekerja di PT PPLA. Sehingga hak-haknya Ibu Lita harus dibayar lunas. Melalui kuasa hukumnya kita sudah kooperatif, kita harap Ibu Merry sendiri dengan PT PPLA-nya membayar lunas hak hak Ibu Lita," ucap Rizki.


Rizki menyampaikan ada beberapa pelanggaran dalam problem ini, di antaranya, kalau memang tidak ada PHK ibarat pengukuhan Merry, Rizki mempertanyakan kenapa ada bukti lembar pesangon yang ditandatangani oleh Merry sendiri. Angka pesangon itu, lanjut Rizki, tidak sesuai dengan hitung-hitungan Kemenaker.

"Di sana Kemenaker punya hitungan sendiri. Kemenaker meminta dan menyuruh PT PPLA membayar hak-haknya sesuai tawaran dari Kemenaker," ujarnya.

Sementara itu, pengacara Merry, Iwan Amirudin, tidak gamblang menjawab ketika ditanya apakah pihak perusahaan mengaku memecat Nurullita alasannya yaitu mendukung paslon 01. "Jangan lari ke situ, tidak, tidak," kata Iwan.

Intinya, kata Iwan, pihaknya sudah setuju untuk berdamai. Iwan menyampaikan mereka tidak bicara aturan normatif.

"Jadi pada dasarnya kami sudah setuju untuk setuju melaksanakan perdamaian. Kalau kita bicara undang-undangnya, sebenarnya tidak menyangkut PHK atau tidak. Kaprikornus alasannya yaitu ada kesalahan-kesalahan, kemudian diakui, dan murni dengan aturan-aturan yang ada jadi kita musyawarah mufakat tidak bicara aturan normatif," ujarnya.


Jika berdasarkan aturan normatif, menurutnya, tentu melalui proses alasannya yaitu UU menyampaikan PHK harus melalui ketentuan korelasi industrial pengadilan.

"Jadi kita tidak melalui ke sana alasannya yaitu kita takut bersayap ke mana-mana. Hanya, melalui Ibu Merry memberikan kata maaf tadi disampaikan ke Bu Lita ya. Agar semuanya diselesaikan baik-baik," ujarnya.

"Dan apa yang menjadi hak dan kewajiban sebagaimana aturan normatif, kita ikuti. Mungkin itu saja, ini murni korelasi kerja perusahaan dengan pekerja," pungkasnya.

Sumber detik.com

Kubu Prabowo Bahas Bagi-Bagi Bangku Menteri, Pdip: Ojo Gege Mongso

Kubu Prabowo Bahas Bagi-bagi Kursi Menteri, PDIP: Ojo Gege MongsoSekjen PDIP Hasto Kristiyanto (Lisye Sri Rahayu/detikcom)

Jakarta -Direktur Komunikasi dan Media BPN Prabowo-Sandi, Hashim Djojohadikusumo, menyebut ada pembagian dingklik menteri untuk partai koalisi. PDIP berbicara wacana elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Amin yang semakin tinggi.

"Ya tahapannya dari hasil survei sebagian besar forum survei yang kredibel menawarkan elektoral Pak Jokowi dan KH Ma'ruf meningkat, terlebih sesudah debat terakhir kemarin hingga Pak Prabowo menawarkan ketidakmampuan melihat pengendalian atas emosi," terang Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto kepada wartawan di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (2/4/2019).

Saat debat capres, Hasto meyakini Jokowi-Ma'ruf diterima oleh masyarakat dengan terbukti hasil survei yang elektabilitas semakin tinggi. Masyarakat juga diyakini Hasto mengetahui pemimpin yang bekerja.


"Berpolitik itu disertai dengan sebuah niatan baik, pikiran baik, hati yang baik, sehingga pada kesannya rakyat semakin tahu mana pemimpin putih yang bekerja, mana pemimpin yang selalu mengedepankan pesimisme dan kekacauan di negeri ini," ucap Hasto.

Saat ditanya ada-tidaknya Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf bagi-bagi jatah menteri pada partai koalisi, Hasto membantah. Sekretaris TKN Jokowi tersebut menyampaikan ketika ini ingin berfokus menghadapi Pemilu 2019.


"Bagaimana mau bagi-bagi dingklik menteri jikalau pemilu saja belum. Sehingga jikalau itu orang Jawa ojo gege mongso (jangan memaksakan diri memperoleh hasil sebelum waktunya)," terang Hasto.

Sebelumnya, Hashim menyampaikan Prabowo pernah membicarakan porsi menteri untuk partai koalisi dengan dirinya. Hashim, yang juga adik Prabowo, menyebut pembicaraan sudah hingga ke tingkat nama.

Hashim menyampaikan sudah ada janji dengan PAN dan PKS terkait dengan dingklik menteri. Namun, untuk partai lain, disebut Hashim masih dalam pembahasan.


"Kita kan sudah setuju dengan PAN, jikalau Pak Prabowo dan Pak Sandi menang itu sudah ada 7 menteri akan nanti alokasi untuk PAN, 6 dingklik menteri untuk PKS. Terus untuk partai-partai lain aku kira masih dalam diskusi. Itu sudah jelas," ungkap Hashim.

"Demokrat masih belum definitif. (AHY) salah satu yang dipertimbangkan," kata Hashim.

Sumber detik.com

Ahmad Dhani Ragukan Netralitas Polisi Jelang Pilpres 2019

Ahmad Dhani Ragukan Netralitas Polisi Jelang Pilpres 2019Ahmad Dhani usai menjalani sidang/Foto: Deni Prastyo Utomo

Surabaya -Ahmad Dhani mewaspadai perilaku netral pihak kepolisian menjelang Pilpres 2019 yang akan berlangsung 17 April mendatang. Pentolan grup band Dewa 19 itu mewaspadai netralitas polisi alasannya yaitu tidak diizinkan hadir dalam konser 'Hadapi dengan Senyuman' yang kemudian batal digelar.

"Terbukti konser kemarin tidak ada saya. Padahal lagu-lagu aku yang dinyanyikan. Itu tidak mendapat izin dari kepolisian. Kaprikornus aku mewaspadai netralitas polisi," kata Ahmad Dhani, Selasa (2/4/2019).


Pernyataan tersebut ia sampaikan usai menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Surabaya. Dalam sidang tersebut, Caleg Partai Gerindra itu menjadi terdakwa masalah pencemaran mana baik atas video 'idiot' yang ia buat Agustus 2018.

Sementara konser yang dimaksud Dhani yakni Konser 'Hadapi dengan Senyuman' yang batal digelar di Grand City Surabaya pada 10 Maret lalu. Konser yang rencananya akan dihadiri Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno itu diduga batal digelar alasannya yaitu urusan perizinan yang belum rampung.

Terlepas dari batalnya konser tersebut, Dhani merasa kesal alasannya yaitu tidak mendapat izin meninggalkan Rutan Klas 1 Surabaya di Medaeng untuk menghadiri program itu. Sekadar informasi, Suami Mulan Jameela itu menjadi penghuni Rutan Medaeng semenjak 7 Februari lalu. Ia dipindahkan dari LP Cipinang Jakarta alasannya yaitu harus menjalani persidangan masalah pencemaran nama baik di Surabaya.


Tidak hanya soal konser, Dhani juga menyesalkan dirinya yang tidak pernah diizinkan pihak kepolisian untuk memenuhi permintaan diskusi sebagai salah satu caleg yang akan bertarung di Pileg 2019. Dhani maju untuk dapil I Jatim mencakup Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo.

"Kalau boleh curhat, aku diundang dalam satu diskusi di Surabaya. Selama pencalegan saya, jikalau aku diundang sebagai narasumber selalu tidak mendapat ijin dari kepolisian," pungkas Dhani.

Tonton video: Dipenjara, Ahmad Dhani Serahkan Urusan Kampanye pada Relawan
[Gambas:Video 20detik]

Sumber detik.com

Tkn Tegaskan Tak Terkait Cap Jempol Di Amplop Serangan Fajar Bowo

TKN Tegaskan Tak Terkait Cap Jempol di Amplop Serangan Fajar BowoFoto: Juru bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily. (Azizah-detikcom)

Jakarta -KPK memastikan ada cap jempol pada tumpukan amplop diduga untuk serangan fajar Pemilu 2019 yang disita dari Bowo Sidik Pangarso. Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin menegaskan cap jempol itu sama sekali tak mempunyai kaitan dengan mereka.

"Ya aku pastikan bahwa itu sama sekali tidak terkait dengan TKN atau pasangan 01. Cap jempol itu maksudnya, kita juga tidak mengerti apa dimaksud dengan cap jempol itu," kata juru bicara TKN, Ace Hasan Syadzily, kepada wartawan, Selasa (2/4/2019).


Ace menegaskan dirinya tidak mengerti bentuk cap jempol di amplop yang disita dari kasus Bowo Sidik Pangarso. Lagi pula, simbol Jokowi-Ma'ruf dikatakan Ace ialah 01.

"Karena kan jikalau cap jempol dalam pengertian menawarkan satu jari itu tidak, kita kan tidak mempunyai simbol khusus terkait dengan cap jempol itu. Simbol yang kita punya bergotong-royong yakni 01, bukan cap jempol," ucap Ace.

"Jadi kami tegaskan tidak ada kaitan sama sekali dan kita, aku juga ndak tahu model cap jempol yang dimaksud dalam amplopnya ia itu, Bowo itu, niscaya tidak ada kaitan dengan kami TKN," imbuh dia.


Sebelumnya diberitakan, KPK memastikan ada 'cap jempol' pada tumpukan amplop 'serangan fajar' Bowo Sidik Pangarso. Namun KPK belum memerinci apa maksud 'cap jempol' pada amplop itu.

"Tidak ada nomor urut, yang ada yakni cap jempol di amplop tersebut," ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (2/4).




Simak Juga ' Bowo Sidik Pangarso Diciduk KPK, Golkar Lepas Tangan ':

[Gambas:Video 20detik]



Sumber detik.com

Kode Titiek Soeharto Ibu Negara Prabowo

Kode Titiek Soeharto Ibu Negara PrabowoPrabowo Subianto-Titiek Soeharto (Lamhot Aritonang/detikcom)

Jakarta -Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto memberi aba-aba soal kemungkinannya jadi ibu negara apabila Prabowo Subianto menjadi presiden. Ia pun meyakini pasangan Prabowo-Sandiaga Uno akan memenangi Pilpres 2019.

"Saya juga mencium harumnya kemenangan," ujar Titiek.

Hal tersebut disampaikan Titiek dikala orasi dalam kampanye pemenangan Prabowo-Sandiaga di Lapangan Kemiri, Purworejo, Selasa (2/4/2019).

Titiek memang tidak secara gamblang berbicara ihwal posisi sebagai ibu negara kalau Prabowo menang. Meski begitu, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya itu sempat menyinggung kemungkinannya menjadi ibu negara. Untuk itu, Titiek meminta pendukung untuk bekerja keras sekaligus melaksanakan pengawasan jalannya pemilu.

"Kita ke TPS jihad pakai paku-paku untuk mencoblos, tidak perlu jihad pakai bom. Awasi juga TPS," sebutnya.


"Jika Prabowo menang, Ibu Titiek jadi ibu negara itu urusan belakangan," lanjut Titiek.

Kode yang disampaikan Titiek Soeharto disambut hangat oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga. Menurut jubir BPN Prabowo-Sandi, Dian Fatwa, kembali bersatunya Prabowo-Titiek memang banyak dinanti.

"Ha-ha-ha... itu kan yang dinantikan orang, akan menyerupai apa kira-kira posisi ibu negara. Yang penting menang dulu, Mbak Titiek sudah menjawab. Itu urusan belakangan soal menjadi ibu negara," ungkap Dian kepada wartawan, Selasa (2/4).

Dian, yang juga politikus PAN, juga mendoakan yang terbaik untuk Prabowo dan Titiek Soeharto. Ia juga siap memeriahkan program bila keduanya rujuk kembali.

"As always-lah. Kita ingin mendoakan terbaik untuk Prabowo dan Mbak Titiek. Saya akan menjadi among tamu kalau nanti mereka berdua berkumpul kembali," kata Dian.

Bila BPN Prabowo-Sandiaga menyambut hangat, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menyikapi sinis pernyataan Titiek Soeharto soal ibu negara. Kabar Prabowo dan Titiek akan rujuk bukan hal baru. Pada Pilpres 2014, Prabowo dan Titiek juga sempat diisukan akan kembali rujuk meski pada kesudahannya batal.


"Sebelah tuh lucu lo, banyak drama dari oplas, riset, topi, dan lain-lain. Sekarang kawin pun mau dibikin drama. Ini pencapresan sungguh-sungguh apa drama, ya?" kata influencer TKN Jokowi-Ma'ruf, Eva Kusuma Sundari, kepada wartawan, Selasa (2/4).

Eva pun menyarankan lebih baik Titiek dan Prabowo rujuk kini tanpa menunggu kemenangan Ketum Gerindra tersebut. Dengan perilaku Titiek, ia menyebut ada kesan syarat rujuk, yakni Prabowo harus jadi presiden lebih dulu.

"Sebaiknya rujuk dilakukan sekarang, jangan rujuk bersyarat, ialah kalau menang pilpres. Tapi masa sih hingga kawin pun politik ya? Serasa balik zaman lampau deh, padahal kini masa Dilan. Nggak asyik kalau kawin bukan alasannya cinta, tapi alasannya alasan kekuasaan," ucap politikus PDIP tersebut.

Akankah Titiek Soeharto benar-benar akan jadi 'Titiek Prabowo' atau info ini lagi-lagi jadi isapan jempol belaka?

Sumber detik.com

Maruf Dihadang Pro-Prabowo, Pdip: Budaya Kita Tidak Menolak Ulama

Maruf Dihadang Pro-Prabowo, PDIP: Budaya Kita Tidak Menolak UlamaHasto Kristiyanto (Zhacky/detikcom)

Jakarta -Cawapres KH Ma'ruf Amin dihadang pendukung Prabowo-Sandi ketika berziarah ke makam Kiai Suhro di Pamekasan, Madura, Jawa Timur. PDIP menyebut budaya Indonesia tidak menolak ulama.

"Kalau kita lihat, KH Ma'ruf Amin ini kan seorang ulama. Bukan budaya kita menolak seorang ulama," kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto kepada wartawan di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (2/4/2019).


Setelah insiden tersebut, Hasto menyampaikan banyak pihak yang memperlihatkan donasi kepada mantan Rais Aam PBNU itu. Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf itu pun mengaku insiden itu harus diterima sebagai hal yang positif.

"Tapi balasannya hari ini kami mendengar bahwa banyak yang lalu memperlihatkan donasi kepada KH Ma'ruf alasannya yakni insiden itu. Makara harus diterima dengan lapang hati, jadi malah hal yang positif," terang dia.


Seperti diketahui, penghadangan itu terjadi ketika Ma'ruf Amin hendak menghadiri haul sekaligus berziarah ke makam Kiai Suhro. Namun, sebelum hingga ke lokasi haul, kendaraan beroda empat tertahan. Tak usang kemudian, azan Magrib berkumandang diiringi bunyi massa meneriakkan nama Prabowo.

Tampak warga yang mengenakan baju koko dan berpeci berbaris di pinggir jalan. Ada juga yang menaiki kendaraan roda dua. Warga terus meneriakkan nama Prabowo.

"Prabowo! Prabowo! Prabowo! Prabowo!" teriak massa, yang mengenakan kaus berwajah Prabowo-Sandi, ke arah rombongan Ma'ruf seraya memperlihatkan salam dua jari khas Prabowo-Sandi.

Sumber detik.com

453 Hoax Teridentifikasi, Pdip Sebut Racun Demokrasi

453 Hoax Teridentifikasi, PDIP Sebut Racun DemokrasiSekjen PDIP Hasto Kristiyanto (Ari Saputra/detikcom)

Jakarta -PDIP menyebut maraknya kabar bohong atau hoax di sepanjang Maret 2019--berdasarkan laporan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)--merusak tatanan demokrasi. Total, berdasarkan Kominfo, ada 453 hoax dalam kurun waktu yang disebutkan itu.

"Ini sangat menyedihkan. Hoax ialah racun bagi demokrasi," ujar Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto kepada wartawan di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (2/4/2019).

"(Hoax) itu jangka panjang dapat membunuh kemanusiaan dan dalam jangka pendek itu meracuni seluruh tradisi politik berkeadaban itu," imbuh Hasto.
Dari data Kominfo, ada 130 hoax yang berkaitan dengan politik dari 453 hoax yang teridentifikasi. Apabila ditarik ke belakang, semenjak Agustus 2018 Kominfo mencatat total 311 hoax terkait politik.

Kominfo mengategorikan hoax politik sebagai kabar bohong yang menyerang pasangan calon presiden dan wakil presiden, partai politik penerima pemilu, maupun penyelenggara pemilu. Selain hoax politik, Kominfo menyebut kabar bohong itu menyasar gosip kesehatan, pemerintahan, hoax berisi fitnah terhadap individu tertentu, terkait kejahatan, gosip agama, internasional, mengarah ke penipuan dan perdagangan, serta gosip pendidikan.


Simak Juga 'Ada 453 Hoaks Sepanjang Bulan Maret 2019':

[Gambas:Video 20detik]



Sumber detik.com

Goyang Jempol Bergema Di Tengah 5 Ribu Simpatisan Joko Widodo Di Ngawi

Goyang Jempol Bergema di Tengah 5 Ribu Simpatisan Jokowi di NgawiMassa pendukung Jokowi (Foto: Sugeng Harianto)

Ngawi -Alunan musik anak jalanan menyanyikan lagu goyang jempol bergema di antara massa pendukung Jokowi di halaman GOR Bung Hatta Ngawi. Rencananya akan berlangsung kampanye yang akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo.

"Ini kita seniman orkes ngamen Tulung Bongso dari relawan Jokowi di Ngawi," ujar pimpinan orkes Cak trubus kepada detikcom Selasa (2/4/2919) petang.

Selain nyanyian goyang jempol, para seniman dengan atribut wana merah putih juga menyanyikan alunan lagu saya rapo po yang dipopulerkan Julia Perez. Lagu itu liriknya diubah bertemakan untuk pilih Jokowi.


"Jokowi wae mas Jokowi wae," salah satu lirik yang di nyanyikan seniman di samping pintu masuk utama GOR Bung Hatta Di Jalan dr Rajiman.

Sementara itu ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) untuk Jokowi-Ma'aruf Kabupaten Ngawi Dwi Riyanto Jatmiko kepada wartawan menyampaikan program kampanye di Ngawi diikuti sekitar lima ribu lebih simpatisan. Simpatisan berasal dari wilayah Ngawi dan sekitar menyerupai Madiun kota dan Kabupaten, Magetan, Ponorogo serta Nganjuk.


"Alhamdulillah ini sudah persiapan dari dua hari sebelumnya. Kita siap memeriahkan program yang di hadiri oleh Pak Jokowi,' ketua Tim Kemenangan Daerah (TKD) untuk Jokowi-Ma'aruf Kabupaten Ngawi Dwi Riyanto Jatmiko.

Pantauan detikcom sampai pukul 18.00 WIB di lokasi kampanye GOR Bung Hatta Ngawi massa masih setia menunggu. Rencana Presiden Joko Widodo akan transit di rumah kediaman Bupati Ngawi Budi Sulistyono (Kanang).



Simak Juga 'Detik-detik Mobil Jokowi Dicegat Warga':

[Gambas:Video 20detik]



Sumber detik.com

Soal Elite Brengsek Di Jakarta, Tkn Jokowi: Prabowo Nyindir Diri Sendiri

Soal Elite Brengsek di Jakarta, TKN Jokowi: Prabowo Nyindir Diri SendiriFoto: Ilustrasi Jokowi-Ma'ruf (Ari Saputra)

Jakarta -Capres Prabowo Subianto bicara soal elite-elite di Jakarta yang brengsek. Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin balik menyindir capres nomor urut 02 tersebut.

"Saya kira Prabowo sedang menyindir dirinya sendiri. Dia juga sedang menyindir sisa-sisa kebrengsekan para pengikut mantan mertuanya yang kini mengelilinginya," kata Wakil Sekretaris TKN Raja Juli Antoni kepada wartawan, Selasa (2/4/2019).


Toni menilai umpatan bergairah yang dilontarkan Prabowo akan berbalik kepada diri sendiri. Politikus PSI itu menyebut Prabowo kalap alasannya yaitu masih tertinggal jauh dari Jokowi sedangkan pemilu semakin dekat.

"Pak Prabowo kelihatan gugup dan kalap melihat sisa waktu yang semakin mepet sementara suaranya masih jauh ketinggalan dari Pak Jokowi," ujar Toni.

"Dengan melemparkan umpatan dan kata-kata bergairah justru akan mantul kepada dirinya sendiri. Rakyat sudah pandai loh," imbuhnya.


Sebelumnya, capres Prabowo Subianto kembali melontarkan kritik kepada sejumlah elite di Jakarta. Kali ini Prabowo meminta para elite itu bertobat ke jalan yang benar.

"Hai elite-elite yang brengsek di Jakarta. Kembalilah ke jalan yang benar. Jangan lagi suka bohongi rakyat. Kalau kalian tobat, tobat di jalan yang benar," kata Prabowo dalam kampanye akbar di Danau Cimpago Kawasan Pantai Padang, Sumatera Barat, Selasa (2/4).



Simak Juga 'Cara Prabowo Basmi Koruptor: Disadarkan, Kasih Kesempatan':

[Gambas:Video 20detik]



Sumber detik.com

Bawaslu Akan Tindak Lanjuti Tudingan Habib Rizieq Kalau Ada Bukti

Bawaslu akan Tindak Lanjuti Tudingan Habib Rizieq Bila Ada BuktiAnggota Bawaslu Mochammad Afifuddin (Grandyos Zafna/detikcom)

Jakarta -Bawaslu telah memberikan tidak adanya bukti dari tudingan Habib Rizieq bahwa elite partai politik (parpol) pro-Jokowi mengontak para ketua TPS di Arab Saudi. Namun, bila lalu ada bukti, Bawaslu akan bergerak.

"Jika ada bukti dan lain-lain, kami tentu dalam posisi yang akan menindaklanjuti. Tetapi kami belum mendapat bukti dari sebagaimana yang disampaikan Habib," ujar anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (2/4/2019).

Sejauh ini Bawaslu disebut Afif--panggilan Afifuddin--telah meminta konfirmasi ke KPU dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) atas tudingan Rizieq. Namun, berdasarkan Afif, belum ada bukti yang mengarah pada tudingan Rizieq itu.
"Kami sudah konfirmasi ke Kemenlu (Kementerian Luar Negeri) bahwa Menteri (Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi) memang ke Jeddah, tetapi memang tidak memberikan hal yang disampaikan Habib Rizieq dan situasinya telah dijelaskan oleh KPU," kata Afif.

"Bahwa yang disampaikan Rizieq kan kita tidak dapatkan bukti dan video dan lain-lain sehingga informasi ini lalu kami mintakan secara keterangan ke teman-teman Kemenlu, dan sudah dibantah secara resmi lewat rilis yang disampaikan," sambungnya.

Seperti diketahui, Habib Rizieq menyebut beberapa ketua TPS yang ada di Arab Saudi dihubungi elite parpol pengusung Jokowi serta diiming-imingi sejumlah uang. Rizieq menyampaikan para ketua TPS diminta semoga surat bunyi tercoblos pada nama Jokowi.

"Bahkan belakangan ini kita juga mendapat informasi yang sangat-sangat memprihatinkan, di mana ada beberapa ketua TPS di kota-kota kecil di Saudi Arabia, menyerupai di Qasim, lalu juga di Abha, Jizan, dan lain sebagainya, di mana di antara mereka ada yang ditelepon oleh beberapa pimpinan dari partai pengusung Jokowi. Mereka ditawari sejumlah uang, sejumlah fasilitas, dengan syarat jika mereka mau melaksanakan apa yang mereka minta, yakni seluruh kertas bunyi yang diperuntukkan bagi WNI yang ada di kota-kota kecil di Saudi Arabia semua ditusuk, dicoblos hanya untuk Jokowi," ujar Rizieq dalam video yang ditayangkan Front TV, menyerupai dilihat detikcom, Senin (1/4).


Ikuti perkembangan terbaru Pemilu 2019 hanya di detikPemilu. Klik di sini




Sumber detik.com

Amien Rais Serukan People Power, Tkn: Itu Rasa Tidak Siap Kalah

Amien Rais Serukan People Power, TKN: Itu Rasa Tidak Siap KalahJokowi dan Ma'ruf Amin (Foto: dok. Istimewa)

Jakarta -Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin mengkritik Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais yang 'menyerang' KPU. TKN juga menyoroti people power yang akan dilakukan Amien jikalau menemukan bukti kecurangan dalam pemilu.

Hal tersebut disampaikan Direktur Program TKN Aria Bima. Aria awalnya menyatakan kecurangan merupakan pelanggaran terhadap asas luber-jurdil pemilu. Menurut Aria, dalam sudut pandang sosiologi politik, kecurangan merupakan pelecehan terhadap kecerdasan demokratis rakyat.

"Rakyat berhak dan wajib menggugat segala bentuk kecurangan pemilu. Karena itu, tunggu bagaimana proses pemilu dilaksanakan dan tunggu bagaimana hasilnya. Jika ada indikasi terjadi kecurangan, barulah somasi diajukan," ujar Aria kepada wartawan, Selasa (2/4/2019).


Menurut Aria, jikalau pemilu belum dilaksanakan tapi sudah ada ancang-ancang untuk menggugat, hal itu dinilainya sebagai langkah yang provokatif. Ia juga menilai upaya menyebar suasana ketakutan kepada rakyat sebagai politik manipulatif dan destruktif.

"Tetapi, kalau belum-belum sudah ancang-ancang untuk menggugat, malah mau pakai people power segala, kesannya jadi provokatif dan tidak percaya kepada forum pemilu termasuk perangkatnya, yaitu KPU, Bawaslu, dan Mahkamah Konstitusi," tutur Aria.

"Nuansa tidak percaya terhadap forum dan sebaran suasana takut kepada rakyat, terang ialah politik manipulatif-destruktif yang biasa dilancarkan oleh rasa pesimisme, atau dalam bahasa populernya ialah rasa tidak siap kalah," imbuhnya.


Politikus PDIP ini juga mengingatkan pesan capres petahana Joko Widodo (Jokowi) untuk tidak menciptakan pernyataan yang seram-seram. Ia mengimbau biar pemilu diisi dengan suasana yang gembira.

"Pemilu kan pesta demokrasi rakyat. Kaprikornus bikinlah suasananya jadi segembira mungkin. Boleh saja berurai air mata sesudah terbukti kalah, tapi
tidak perlu ngamuk segala. Sedikit bersikap remaja kenapa sih? Toh semua itu untuk kepentingan masa depan rakyat yang sudah semakin cerdas," ucapnya.

Seperti diketahui, Amien Rais beberapa kali menyinggung soal kecurangan pemilu. Ia menyindir soal daftar pemilih tetap (DPT) abal-abal hingga menuding KPU sebagai bentukan politik petahana.


"Kalau berdasarkan kebijaksanaan saya, from day one, semenjak hari pertama itu kiprah dari KPU yang terutama ini merupakan political creature atau bentukan politik dari petahana ini yang memikul beban, supaya apa? Supaya petahana dapat reelected," ungkap Amien Rais.

Amien, yang juga tergabung dalam Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, juga sempat mengancam akan menggerakkan massa bila terjadi kecurangan. Ia berbicara soal people power.

"Kalau nanti terjadi kecurangan, kita nggak akan ke MK (Mahkamah Konstitusi). Nggak ada gunanya, tapi kita people power, people power sah," kata Amien di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (31/3).

Sumber detik.com

Tkn Jokowi: Tunjuk Hidung Elite Brengsek Di Jakarta, Prabowo!

TKN Jokowi: Tunjuk Hidung Elite Brengsek di Jakarta, Prabowo!Foto: Ahmad Rofiq. (Ari Saputra/detikcom).

Jakarta -Prabowo Subianto meminta elite Jakarta yang brengsek untuk bertobat ke jalan yang benar. Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin meminta pasangan Sandiaga Uno itu menjelaskan siapa elite yang dimaksud.

"Komentar Pak Prabowo ini harus diperjelas, siapa yang dimaksud dengan elite di Jakarta. Elite di Jakarta banyak sekali. Pak Prabowo juga bab dari elit di Jakarta," ungkap Wakil Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf, Ahmad Rofiq kepada wartawan, Selasa (2/4/2019).

Sekjen Partai Perindo ini meminta Prabowo tak asal ngomong dan menyampaikan bukti dari pernyataannya. Rofiq menantang eks Danjen Kopassus itu untuk mengungkap identitas elite brengsek yang disebutnya.


"Tunjuk hidung saja siapa yang dimaksud. Biar terang perkaranya," tegas dia.

Rofiq mengingatkan Prabowo soal integritas penegak hukum. Bila memang ada yang tidak beres, Prabowo diminta untuk melaporkan.

"Para penegak aturan masih berdiri kokoh untuk semua bangsa. Laporkan kalau ada yang merugikan, biar rakyat juga tidak terombang-ambing dalam derasnya tuduhan-tuduhan," sebut Rofiq.

Sebelumnya diberitakan, Prabowo kembali melontarkan kritik kepada sejumlah elite di Jakarta. Hal tersebut ia sampaikan dalam kampanye akbar di Danau Cimpago Kawasan Pantai Padang, Sumatera Barat, Selasa (2/4).


"Hai elite-elite yang brengsek di Jakarta. Kembalilah ke jalan yang benar. Jangan lagi suka bohongi rakyat. Kalau kalian tobat, tobat di jalan yang benar," kata Prabowo.

Prabowo menyampaikan setiap anak bangsa dilarang saling membenci. Dia mengajak semua pihak membangun Indonesia yang lebih baik.

"Kita dilarang membenci, kita dilarang menuntut balas dendam. Tapi kita dilarang dibohongi terus, kita tidak mau diinjak-injak terus, kita tidak mau dihina terus. Maka kembalilah ke jalan yang benar. Mari bahu-membahu membangun masyarakat yang adil dan makmur. Masyarakat yang rukun," ujar Prabowo.



Simak Juga 'Panas! Debat TKN Vs BPN soal Keamanan Indonesia':

[Gambas:Video 20detik]



Sumber detik.com

Megawati Kisah Neno Warisman Pengaruhi Warga Kebagusan Ketika Pilgub Dki

Megawati Cerita Neno Warisman Pengaruhi Warga Kebagusan Saat Pilgub DKIMegawati Soekarnoputri (Faiq Hidayat/detikcom)

Jakarta -Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengaku sempat bahagia dengan Neno Warisman ketika berprofesi penyanyi. Namun kini Neno Warisman sudah berubah dan 'teriak-teriak'.

"Ibu Neno Warisman itu, saya hingga mikir dulu sangat bahagia sama ia sebagai penyanyi. Kok ia kini malah ngantem gitu ya, bengak-bengok (teriak-teriak) gitu ya," kata Megawati ketika memperlihatkan sambutan program penyerahan kartu tanda anggota di kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (2/4/2019).



Acara tersebut dihadiri sejumlah habaib, ulama, purnawirawan TNI-Polri, dan akademisi yang bergabung menjadi anggota partainya. Turut hadir pula Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto bersama jajaran pengurus pusat, menyerupai Andreas Hugo Pareira, Rokhmin Dahuri, Djarot Saiful Hidayat, dan Wiryanti Sukamdani.

Megawati lalu bercerita, ketika Pilgub DKI 2017, Neno Warisman tiba ke rumahnya di Kebagusan, Jakarta Selatan. Ketika itu, depan rumahnya digunakan warga untuk melaksanakan kegiatan.



Diketahui, Neno Warisman ketika ini menjabat Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga. Pada Pilgub DKI, Neno Warisman mendukung Anies-Sandi.

"Dulu ia (pernah) tiba ke kawasan saya lo, sebelum di TU itu di kebagusan, waktu pencoblosan gubernur. Biasanya jam 7 sudah ramai di kawasan saya, kebetulan di rumah saya ada lapangan buat parkir, dapat digunakan warga buat kegiatan. Tahu-tahu ia datang," kisah Megawati.

"Dia (Neno Warisman) bilang begini, saya punya rekamannya: 'Bapak-Ibu yang mau tiba ke kawasan ini untuk nyoblos, saya hanya akan menyampaikan bahwa siapa yang mencoblos si kafir itu, dosanya bukan ditanggung hanya yang nyoblos saja, tapi anak keturunannya.' Itu terus ia pergi," imbuh Megawati.

Seusai Pilgub DKI 2017, Presiden RI ke-5 tersebut menyampaikan warga minta bertemu dengan dirinya. Namun ia meminta kader PDIP untuk menjelaskan kepada warga Kebagusan.

"Biasanya sesudah itu, alasannya warga guyub ya, RT dan RW biasanya di situ kan PDIP menang. Saya kalah waktu itu. Saya bilang, 'Waduh, ngomong gitu ya. Kita kan nggak tahu'. Eh tapi sesudah 2 bulan warga di sana minta ketemu alasannya merasa ketika itu takut. Makara ada bawah umur PDIP yang saya suruh, 'Ya kasih tahulah, kok cuma ngomong kaya gitu takut kenapa toh. Kan sudah niscaya nggak benar.' Apa waktu nyoblos tahu ia nyoblos apa? Kan nggak tahu," tutur dia.




Simak Juga 'Dear Milenial! Ibu Megawati Kirim Pesan Jelang Pilpres 2019':

[Gambas:Video 20detik]



Sumber detik.com

Soal Penghadangan Maruf, Sandiaga: Lebih Baik Khataman Alquran

Soal Penghadangan Maruf, Sandiaga: Lebih Baik Khataman AlquranSandiaga Uno (Mochamad Zhacky/detikcom)
Bekasi -Cawapres Sandiaga Uno menanggapi insiden Ma'ruf Amin dihadang massa pendukung Prabowo Subianto di Madura. Sandiaga menyarankan penghadang Ma'ruf di Madura untuk mengkhatamkan Alquran.

"Saya sampaikan semoga mereka mengkhatamkan Quran saja, alasannya ialah itu jauh lebih membawa berkah daripada.... Walaupun kami tidak ingin menuduh, tapi kami sampaikan mari kita jaga kondusivitas," kata Sandiaga di Lapangan Kobra, Tambun, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (2/4/2019).


Sandiaga memang pernah mengalami insiden serupa ketika berkampanye di daerah. Cawapres nomor urut 02 itu meminta pendukungnya tak melaksanakan agresi balasan.

"Apa yang aku alami selama berkampanye di Jatim atau wilayah lain di Indonesia itu, jangan ada agresi saling balas-membalas," jelasnya.


Sebelumnya diberitakan, insiden penghadangan Ma'ruf terjadi pada Senin (1/4). Saat itu Ma'ruf hendak berziarah ke makam kakek buyutnya, KH Zuhro, di Desa Jambringin.

Sebelum hingga ke lokasi haul, kendaraan beroda empat yang ditumpangi Ma'ruf tertahan. Tak usang kemudian, terdengar teriakan massa menyebut nama Prabowo.



Simak Juga 'Ma'ruf Amin Batal Ziarah di Pamekasan Usai Dihadang Pendukung Prabowo':

[Gambas:Video 20detik]




Sumber detik.com

Kpu Tambah Jumlah Permintaan Tamu Debat Kelima Untuk Tkn-Bpn

KPU Tambah Jumlah Undangan Tamu Debat Kelima untuk TKN-BPNKomisioner KPU Wahyu Setiawan (Dwi Andayani/detikcom)

Jakarta -KPU menambah jumlah seruan untuk tamu debat kelima Pilpres 2019 untuk TKN dan BPN. Nantinya masing-masing timses diberi jatah 150 undangan

"Dari kesepakatan bersama yang tertulis dan penilaian debat keempat, KPU berpandangan relevan apabila alokasi seruan untuk TKN 01 dan BPN 02 ditambah menjadi 150-150," ujar komisioner KPU Wahyu Setiawan di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (2/4/2019).


Wahyu menyampaikan total seruan tetap berjumlah 500, terbagi menjadi 200 tamu seruan KPU dan masing-masing 150 untuk TKN dan BPN. Sebelumnya, tamu seruan untuk TKN dan BPN berjumlah 100 undangan.

"Diputuskan dalam rapat, keseluruhan tamu seruan berjumlah 500 orang. Undangan akan terbagi untuk TKN 01 berjumlah 150, BPN 02 berjumlah 150, dan seruan KPU 200. Makara total 500," kata Wahyu.

Wahyu mengatakan, sebelumnya, seruan dikurangi alasannya adanya kegaduhan dalam area debat. Namun, menurutnya, seruan ini kembali ditambah alasannya dalam debat sebelumnya masing-masing pendukung tercatat cenderung tertib.


"Di debat kedua, seruan TKN-BPN memang kita kurangi alasannya ada kegaduhan. Tetapi pada waktu debat ketiga dan keempat, kita melihat ada perubahan yang signifikan," kata Wahyu.

"Sehingga alokasi seruan dari 01 dan 02 secara umum itu ketertibannya efektif, meski kita punya catatan di debat keempat. Secara umum ada peningkatan ketertiban sehingga menjadi alasan KPU menambah alokasi," sambungnya.

Debat kelima akan digelar di The Sultan Hotel, Jakarta Pusat, 13 April 2019. Debat itu akan mengangkat tema ekonomi dan kesejahteraan sosial, keuangan dan investasi, serta perdagangan dan industri.


Simak Juga 'KPU: Jika Nanti Penonton Debat Tak Tertib, Akan Dikeluarkan!':

[Gambas:Video 20detik]



Sumber detik.com

Dapat Pertolongan Dari Pendukung Di Sumbar, Prabowo Menangis

Dapat Sumbangan dari Pendukung di Sumbar, Prabowo MenangisMomen capres Prabowo Subianto menangis seusai sanggup sumbangan kampanye dari pendukungnya di Sumbar. (Foto: Jeka Kampai)

Padang -Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto sempat menitikkan air mata ketika kampanye. Ia menangis haru ketika disodori segepok uang receh oleh seorang pendukungnya. Sang pendukung diketahui bekerja sebagai montir.

Momen itu terjadi di bab final kampanye akbar Prabowo di Danau Cimpago, Kawasan Pantai Padang Sumatera Barat, Selasa (2/4/2019). Seorang lelaki dengan pakaian berlumuran oli bekas, naik ke atas panggung, di mana Prabowo masih memberikan orasi politik.


Didampingi Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon dan Sekretaris DPD Gerindra Sumbar Desrio Putra, laki-laki tersebut menyerahkan sekantong uang receh. Uang itu diniatkan sebagai bab dari membantu usaha Prabowo-Sandiaga Uno.

Prabowo mulai berkaca-kaca. Ia kemudian melepas kacamata dan menyeka air mata.

Prabowo memeluk pendukungnya yang memberi sumbangan dana kampanye.Prabowo memeluk pendukungnya yang memberi sumbangan dana kampanye. (Foto: Jeka Kampai)

"Kacamata aku ini tembus pandang, sanggup melihat ketulusan hati orang," kata Prabowo.


Prabowo kemudian memeluk sang montir yang memperkenalkan dirinya sebagai Rizal. Keduanya juga menangis.

Selain dari Rizal, Prabowo juga mendapatkan sumbangan impulsif dari sejumlah "Amak-amak", sebutan kaum ibu di Ranah Minang.

Tidak diketahui berapa banyak sumbangan impulsif tersebut.

Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade mengatakan, sumbangan dari para pendukung tersebut merupakan bentuk dukungan bekerjsama dari warga yang menginginkan perubahan.

"Hal menyerupai ini terjadi di tiap kampanye. Ini dukungan riil, bukan pencitraan. Kami bukan citra-citraan," terang Andre.



Simak Juga 'Paslon 02 Disawer di Sidoarjo, Prabowo-Sandi Terharu':

[Gambas:Video 20detik]




Sumber detik.com